Artikel

12/11/2020 Budidaya Terong Ungu SMK PP Negeri Sembawa

SMK PP Negeri Sembawa menambah keragaman tanaman holtikultura yang di budidayakan di Lahan Praktik, dengan menanam terong Lezata F1 Panah Merah.

Walaupun hanya berjumlah 300 batang namun terong ungu ini memiliki hasil produksi yang baik dan lebih tahan terhadap hama, serta pemasarannya yang mudah.

Terong atau terung (Solanum Melongena) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran, berkerabat dekat dengan kentang dan leunca (pokak), dan agak jauh dari tomat.

Selain India, Indonesia dipercaya merupakan asal tanaman terong. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan-hutan kita.

Namun, saat ini terong ditanam meluas diberbagai belahan bumi.

Budidaya terong juga berlangsung singkat hanya dalam waktu 2 bulan sejak tanam sudah dapat dipanen, karena itu terong menjadi salah satu jenis sayuran dengan prospek yang menjanjikan.

“Diantara jenis terong yang banyak dibudidayakan oleh petani adalah terong ungu, terong ungu merupakan salah satu jenis terong yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena harga jual yang tinggi dan juga permintaan yang sangat banyak. Oleh karena itulah kami memilih terong ungu,” tutur Afrida penanggung jawab tanaman.

Terong ungu adalah sayuran yang padat nutrisi. Tidak hanya vitamin, mineral dan serat di dalamnya juga menjadi sumber manfaat terong ungu untuk kesehatan tubuh kita.

Seporsi terong ungu atau sekitar 80 gram, mengandung 20 kalori, 3 gram serat, 1 gram protein, 5 gram karbohidrat, 5 persen folat dari rekomendasi konsumsi harian, 5 persen kalium dari rekomendasi konsumsi harian, 10 persen mangan dari rekomendasi konsumsi harian, 4 persen vitamin K dari rekomendasi konsumsi harian dan 3 persen vitamin C dari rekomendasi konsumsi harian.

Terong cocok jika ditanam di musim kemarau, agar produksinya optimal dibutuhkan cara dan waktu budidaya yang tepat, selain itu diperlukan pula benih yang jelas daya produksinya dan dapat diterima pasar.

Terong dapat ditanam di dataran tinggi dan juga dataran rendah tergantung varietas yang digunakan, karena itu agar tanaman dapat tumbuh optimal, usahakan sesuaikan varietas benih dengan lokasi penanaman.

“Kalau dilihat dari segi pasar, kebutuhan terong masih sangat prospektif untuk masing-masing daerah, sebagai salah satu komoditas yang memiliki jumlah permintaan relative stabil setiap harinya dipasaran. Inilah yang menjadi potensi bagus untuk dikembangkan, maka itu kami membudidayakan terong ungu varietas Lezata F1 Panah Merah,” ujar Habibi, pengurus kebun terong.

Salah satu faktor yang bagus dalam segi permintaan menurut Ir. Mattobi’i antara lain, ukuran terong kecil dan sedang lebih disukai dipasaran, untuk retail biasanya berisi 6 buah dalam 1 kilogram terong, terong yang lebih tahan terhadap musim akan cenderung memiliki permintaan yang bagus dipasaran.

Maka tidak heran jika hasil terong yang dipanen SMK PP Negeri Sembawa mendapatkan harga 5000/kg dan menghasilkan panen minimal 30 kg/hari.

Dalam budidaya terong ungu hal utama yang harus diperhatikan selain cara menanam terong ungu yang baik dan benar adalah saat pemilihan benih terong yang harus tepat. Untuk memperoleh bibit terong ungu yang bagus pilihlah benih terong yang berkualitas.

Kegiatan Budidaya yang dilakukan di SMK PP Negeri Sembawa merupakan bentuk nyata dari arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi sering kali meminta agar UPT Lingkup BPPSDMP tetap produktif mengembangkan potensi pertanian di wilayah binaan.

Hal ini disenada dengan dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menegaskan pertanian itu tidak kenal krisis, menurut SYL dalam kondisi saat ini, pertanian haris terus produktif.

SMK PP Negeri Sembawa merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) yang mempunyai fungsi sebagai lembaga penyelenggara pendidikan vokasi pertanian menengah.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?