Artikel

22/06/2019 Pendampingan dan Pengawalan Kelompok Santri Tani Milenial di Kabupaten OKI

TRIBUNSUMSEL.COM - Salah satu program Kementerian Pertanian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan santri di pondok pesantren yaitu Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM).

Bentuk bantuan yang diberikan berupa ayam kampung, bantuan dana kandang, pakan dan paket vitamin, obat-obatan dan vaksin.

Penerima bantuan tersebut yaitu para santri yang berada disuatu pondok pesantren, pondok pesantren yang menerima bantuan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Syarat santri yang menjadi anggota KSTM adalah mereka yang berumur 16 sampai 39 tahun. Anggota beserta pengurus KSTM dituntut untuk melakukan budidaya ayam kampung.

Sebelum melakukan budidaya tentu saja mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya ayam kampung melaui bimbingan teknis (Bimtek).

Sebelum memberikan bantuan, terlebih dahulu dilakukan CPCL yaitu calon penerima calon lokasi KSTM. Setelah dilakukan CPCL dilanjutkan dengan Bimtek membahas tentang manajemen budidaya ayam kampung. Sebagai narasumber dan pembawa materi disampaikan oleh pegawai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI.

Kabupaten Ogan Komering Ilir salah satu kabupaten yang memiliki pondok pesantren cukup banyak di Provinsi Sumatera Selatan. Ada 11 KSTM yang menerima bantuan program tersebut yaitu (1) KSTM Barokah, (2) KSTM Baiturrohman, (3) KSTM Subulussalam, (4) KSTM Darussalam, (5) KSTM Nurul Qolam,(6) KSTM Ad Diyaiyyah, (7) KSTM Al Farm Falah, (8) KSTM An Nur Farm, (9) KSTM Darussafaat, (10) KSTM Santri Mandiri, dan (11) KSTM Nurul Hidayah.

Hari sabtu 22 Juni merupakan hari yang menyenangkan bagi setiap santri milenial, karena pemerintah menyalurkan bantuan program KSTM. Setiap KSTM menerima bantuan berupa ayam kampung jenis Joper sebanyak 500 ekor, pakan sebanyak 1 ton, paket obat dan vitamin serta alat penyemprot tangan.

Sedangkan bantuan dana kandang sudang ditransfer ke rekening masing-masing ketua KSTM.

Syarat santri yang menjadi anggota KSTM adalah mereka yang berumur 16 sampai 39 tahun. Anggota beserta pengurus KSTM dituntut untuk melakukan budidaya ayam kampung.

Sebelum melakukan budidaya tentu saja mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya ayam kampung melaui bimbingan teknis (Bimtek).

Sebelum memberikan bantuan, terlebih dahulu dilakukan CPCL yaitu calon penerima calon lokasi KSTM. Setelah dilakukan CPCL dilanjutkan dengan Bimtek membahas tentang manajemen budidaya ayam kampung. Sebagai narasumber dan pembawa materi disampaikan oleh pegawai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI.

Kabupaten Ogan Komering Ilir salah satu kabupaten yang memiliki pondok pesantren cukup banyak di Provinsi Sumatera Selatan. Ada 11 KSTM yang menerima bantuan program tersebut yaitu (1) KSTM Barokah, (2) KSTM Baiturrohman, (3) KSTM Subulussalam, (4) KSTM Darussalam, (5) KSTM Nurul Qolam,(6) KSTM Ad Diyaiyyah, (7) KSTM Al Farm Falah, (8) KSTM An Nur Farm, (9) KSTM Darussafaat, (10) KSTM Santri Mandiri, dan (11) KSTM Nurul Hidayah.

Hari sabtu 22 Juni merupakan hari yang menyenangkan bagi setiap santri milenial, karena pemerintah menyalurkan bantuan program KSTM. Setiap KSTM menerima bantuan berupa ayam kampung jenis Joper sebanyak 500 ekor, pakan sebanyak 1 ton, paket obat dan vitamin serta alat penyemprot tangan.

Sedangkan bantuan dana kandang sudang ditransfer ke rekening masing-masing ketua KSTM.

 

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?