Artikel

23/05/2018 SMK PP Negeri Sembawa Kembangkan Melon di Greenhouse

Selama ini, budidaya tanaman (bertani) hampir identik dengan kesan “kumuh” dan dikonotasikan sebagai pekerjaan yang kasar dan tidak membanggakan bagi sebagian besar generasi muda.

Contohnya saja mereka lebih bangga dan memilih menjadi pekerja bangunan misalnya setelah selesai menamatkan sekolah setingkat menengah atas.

Para generasi penerus bangsa yang berkecimpung di dunia pertanian (wirausaha pertanian) semakin sedikit, petani Indonesia umumnya masih didominasi oleh generasi tua.

Tidak salah jika Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menggalakkan pendidikan vokasi pertanian dalam rangka meregenerasi petani tersebut.

Di tingkat SMK Pertanian di support program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) misalnya, ini sebagai salah satu bentuk pemerintah konsen untuk mencetak tenaga terampil pertanian yang siap menggantikan generasi petani tua setelah tamat dari pendidikan kejuruan pertanian tersebut.

Salah satu bentuk usaha SMK PP Negeri Sembawa untuk menumbuhkan image positif terhadap kesan kumuh dalam dunia pertanian (budidaya tanaman) tersebut adalah dengan membangun greenhouse untuk berbudidaya tanaman.

Bahwa bertani juga tidak harus kotor, tidak kumuh, dengan itu diharapkan akan tumbuh prestise (kebanggaan) bagi para sisiwa dalam bercocok tanam di dalam greenhouse dengan menggunakan sistem pengairan irigasi tetes otomatis.

Dalam rangka mendukung pembelajaran bagi peserta didik, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PP N) Sembawa telah membangun 2 (dua) unit greenhouse yang masing-masing berukuran berbeda, 6 m x 10 m dan 10 m x 16 m.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?