Artikel

21/11/2021 Tingkatkan Kompetensi Pendidik, SMKPP Kementan Gelar Workshop Kurikulum

SUMATERA SELATAN - Peningkatan kompetensi pendidik dilakukan Kementerian Pendidikan di pendidikan vokasi. Salah satunya di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Sembawa. 

Peningkatan dilakukan melalui Workshop Pengembangan Kurikulum yang dilakukan selama pada 19-21 November 2021 di Hotel Harper, Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan ini diikuti 50 Tenaga Pendidik SMK PP Negeri Sembawa dan SMK Banyuasin lainnya. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga pendidik harus dilakukan. Sebab, hal tersebut akan mendukung terciptanya petani milenial yang inovatif, serta memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern. 

"Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama,” tegas Mentan SYL. 

Menurutnya, pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur.

“Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru,” tambahnya. 

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Tujuan pendidikan vokasi pertanian adalah menciptakan job creator dan job seeker yang andal, maju, mandiri dan modern,” jelas Dedi. 

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang membuka workshop kurikulum ini, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan efek bagi generasi penerus.
 
Siti Munifah menyampaikan bahwa selain padi yang merupakan produk unggulan Sumatera Selatan, Sumatera Selatan memiliki sawit yang merupakan produk unggulan, jadi ketika kepala dinas Pendidikan menyampaikan agar dibuat sekolah mandor tentunya Kementerian Pertanian siap.

“Alumni SMK yang seperti diharapkan dinas pendidikan adalah harus Bekerja Wirausaha artinya tujuan ini sudah inline dengan Kementerian pertanian dimana tujuan vokasi pertanian adalah job creator dan job seeker”, ujarnya.

Dijelaskannya, guru merupakan sosok yang memberikan motivasi, contoh untuk yang lain.

"Vokasi tidak hanya dalam bunyi, setiap tindakan dan gerak harus vokasi, semua harus bisa dicontoh diterapkan. Apalagi SMKPP dipilih sebagai sekolah untuk meningkatan produktivitas, maka bapak Ibu guru mari kita move on meyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang berkembang," katanya.

Sedangkan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Diwakili oleh Kabid SMK Mondyaboni, menyampaikan kurikulum merupakan hal yg penting dalam link and match dengan Dunia Usaha Dunia Industri. 

"Kurikulum yang baik akan membuat pembelajaran kreatif, inovatif dan  kolabaratif untuk mencapai tujuan SMK menghasilkan lulusan BW yang artinya Bekerja Wirausaha," ujarnya.

Lebih lanjut Mondy mengatakan peran penting guru mengembangakan bahan ajar yang menarik untuk siswa, sehingga siswa bersemangat.

“Sumatera selatan yang merupakan lumbung pangan nasional, sehingga dibutuhkan SDM pertanian untuk sektor pertanian. Gubernur Sumsel menggangkat Pendamping penyuluh yang banyak dari SMKPN Sembawa artinya lulusan SMKPPN sembawa siap untuk terjun kedunia kerja,” tambahnya.

“Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Pertanian ini dalam meningkatkan mutu guru di Sumatera Selatan,” akhirnya.

Sementara itu, Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Mattobi’i, menekankan untuk penguatan e-book bagi guru SMKPP N Sembawa serta mensosialisasikan tugas yang diemban SMKPPN Sembawa sebagai modeling peningkatan produktivitas pendiikan vokasi pertanian.

Materi pada workshop kurikulum antara lain program peningkatan produktivitas pendidikan menengah oleh Ketua Lokus 3 Tim Kerja Lembaga Produktivitas Nasional (LPN), Kebijakan pengembangan Pendidikan Vokasi Pertanian oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, serta pembuatan e-book oleh Guru Prestasi Penulisan Karya Ilmiah.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?