Artikel

04/05/2019 Tumbuhkan Minat Wirausaha Petanian, SMK PP Negeri Sembawa Launching Bimtek KSTM

Kementerian Pertanian melalui SMK PP Negeri Sembawa Pusat Pendidikan Pertanian(Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) menyelenggarakan Launching bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kompetensi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) di Lampung Tengah.

Acara dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Sa’adah – Gunung Sigih, Lamteng, Kamis (4-5/4/2019). Launching yang kita lakukan saat ini merupakan program untuk empat Provinsi. Sumsel, Babel, Bengkulu dan Lampung. SMK PP Negeri Sembawa bekerjasama dengan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung.

Kepala SMK PP Negeri Sembawa Mattobi’i, mewakili Kepala BPPSDMP mengatakan, bahwa berdasarkan MoU antara BPPSDMP dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) yang merupakan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka pengukuhan kelompok santri tani.  Diharapkan NU juga bisa peduli untuk pengembangan pembangunan pertanian. Salah satunya yang dilakukan saat ini adalah penumbuhan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) yang diharapkan dapat menjadi wirausaha dalam bidang pertanian.

Ditambahkannya, perlu kita sampaikan bahwa hibah kementrian yang di titipkan ke kami adalah penumbuhan kurang lebih ada 220 kelompok. Masing-masing kelompok anggotanya kira-kira 20 sampai 30 orang. Jadi tiap kelompok di wakili oleh 10 orang untuk mengikuti bimbingan teknis. Diharapkan 10 orang ini, nantinya bisa menularkan pemahamannya kepada teman-temannya.

Jadi untuk provinsi lampung sendiri, kurang lebih ada 100 santri tani, yang kita harapkan bisa tumbuh di pesantren pesantren. Ada 9 program Kabupaten yang dipilih BPP Lampung, sebanyak 100 kelompok.

Dalam rangka transparansi perlu kami sampaikan, bahwa masing-masing kelompok itu, akan mendapatkan berupa bibit ayam sebanyak 500 ekor, bantuan makanan 1 ton, bantuan obat-obatan, vitamin dan vaksin.

“Mudah-mudahan stimulan ini, bisa mendorong adek-adek sekalian di pesanteren. Bisa mengembangkan bidang pertanian ini, menjadi sarana untuk menumbuhan kemandirian secara ekonomi,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, mewakili Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, S.Sos., Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Syahreza, SH., MM., menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelengara atas terlaksananya kegiatan bimbingan teknis kelompok santri tani milenial (KSTM) di Lampung Tengah.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, tentu akan meningkatkan keratifitas para santri. Karena selain mendapat ilmu agama di ponpes, para santri juga akan mendapat ketrampilan bertani.

Apalagi saat ini kita telah memasuki industri 4.0 Dimana kita dituntut untuk menguasai bidang bidang teknologi. Dengan adanya kegiatan semacam ini kedepan para santri bisa meningkatkan potensinya, khususnya dalam bidang bertanian, mengingat Lamteng merupakan lumbung pangan provinsi.

Bukan hanya itu saja, bimtek KSTM yang juga di berikan bantuan berupa bibit ayam kepada santri, diharapkan bisa menjadi bekal bagi santriwan dan santriwati dalam bermasyarakat yang akan datang.

“Kegiatan ini tentu sangat positif sekali, untuk bekal dalam berwira swasta dan berwira usaha. Harapan saya untuk adek-adek santri yang mengikuti launcing ini, bisa mengembangkan ternak ayam ini sampai berkembang, bukan hanya mati disini. Tapi bisa di gulirkan kembali kepada ponpes lain,” ucapnya.

 “Di Lampung ini ada 20 kelompok, mudahan ini bisa bermanfaat bagi santri kita yang ada di Lamteng,” pungkasnya.

Pengurus Ponpes Darus Sa’adah Mukhsin Abdillah menyampaikan, agar kiranya santri yang ada, mengikuti kegiatan bimtek yang di selenggarakan. Sebab, kegiatan yang di berikan akan menjadi bekal dan ilmu bagi santri.

“Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat bagi santri, saya minta santri mengikuti kegiatan sampai selesai,” tutupnya.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?